Salah Satu Kegiatan SSB Bintang Satria Pancasan

Salah Satu Kegiatan SSB Bintang Satria Pancasan

Berawal dari kecintaan terhadap olah raga, khususnya sepak bola, di Desa Pancasan Ajibarang Banyumas sekarang telah berdiri Sekolah Sepakbola Bintang Satria Pancasan. Bintang Satria Pancasan menggunakan Lapangan Sepakbola Adisana Pancasan untuk kegiatan belajar dan mengajar persepak bolaan.

Pembelajaran sepakbola dilaksanakan seminggu dua kali, yaitu hari Jum’at sore dan Minggu Pagi, dengan pelatih-pelatih para mantan pemain sepakbola yang berpengalaman, sekaligus pemrakarsa pendirian sekolah sepakbola ini.

Aminuddin Azis, Direktur SSB Bintang Satria yang juga guru olah raga di MTs Maarif NU Ajibarang, menerangkan di sela-sela kegiatan di lapangan,” Dengan melihat minat pemuda akan olah raga sepakbola, kami berniat agar kecintaan terhadap sepakbola ini dapat disalurkan dengan peningkatan kualitas. Selama ini, banyak pemain yang hanya berbekalkan pengalaman. Dengan SSB Bintang Satria ini, saya optimis kualitas sepakbola di Desa Pancasan dapat ditingkatkan.”

Aminuddin Azis melanjutkan dengan semangat,” Kami bahkan menginginkan, suatu hari nanti, para siswa SSB Bintang Satria akan berkibar mewarnai event-event sepakbola tingkat daerah bahkan nasional. Ke arah itu, kami sangat memperhatikan pembinaan kualitas mental dan karakter siswa agar suatu saat kelak mampu menjadi pemain bola yang mempunyai kompetensi tinggi. ”

Sugeng Sujatmono, salah seorang pelatih yang  berpengalaman dalam gulir menggulir bola, mengungkapkan kegembiraannya,” Saat ini telah tercatat 85 siswa dari seantero desa Pancasan, dari beberapa kelompok umur. Kami juga siap menampung, bahkan sekarang sudah ada beberapa siswa dari desa lain. Dari Gumelar,  Cibangkong, Kalibenda, Tipar Kidul dan Karangbawang. ”

Tentang metoda pengajaran, Sugeng Sujatmono menambahkan,” Sesuai umur siswa, kami membagi kegiatan belajar mengajar menjadi beberapa kelas, umur 8-10 tahun sebanyak 20 siswa, umur 10-11 tahun sebanyak 10 siswa, 12-13 tahun, terbanyak, yaitu 25 siswa. Kelas berikutnya, umur 14-15 tahun dan 16-17 tahun, masing-masing 15 orang siswa.”

Tentang modal skill pemain,” Sementara kami berikan pengetahuan dasar dulu secara merata. Kalau sudah terlihat potensi masing-masing siswa, kami adakan kelas khusus,” demikian Sugeng melanjutkan keterangannya.

Mengenai pembiayaan, Busro Kamal, salah seorang pelatih yang dalam struktur menjadi bendahara,” Kami hanya mengutip uang pendaftaran Rp 15 ribu per siswa. Juga kami mengumpulkan kas dari siswa, dengan prinsip S3, Sekali latihan Seribu Saja. Uang tersebut kami gunakan untuk membeli bola, dan bila dapat mengumpulkan kas nanti, kami rencanakan untuk biaya lawatan ke desa-desa lain untuk mencari pengalaman.”

Tentang sumber dana yang lain, Busro Kamal sambil senyum mengatakan,” Memang sudah kami susun anggaran. Tapi baru teori. Yang penting bagi kami, pelaksanaan pelatihan dapat berjalan lancar. Hal-hal yang lain, kita fikirkan bersama sambil jalan.”

Aminuddin Azis menutup pembicaraan,” Kami mengharapkan restu dari semua fihak, termasuk dari Pemerintah atas partisipasi kami ikut membina generasi muda. Di samping restu, juga ‘jer basuki mawa beya’, kami juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari sumber daya, sumber data dan sumber dana  yang ada di semua elemen, terutama pemerintah, agar kinerja kami dapat dirasakan manfaatnya oleh pecinta olah raga dan masyarakat Desa Pancasan pada umumnya.”

Kelas Super Junior, 8-10 tahun.

Kelas Super Junior, 8-10 tahun.

 

 

 

Incoming search terms:

Daftar Ssb (sekolah sepak bola) di banyumas- (1)
 

1 Comment

  1. dwiki suprapto says:

    alamat sekolah sepak bolan bintang satria ada di mana.

Leave a Comment

 




 

 

 
 
You might also likeclose