Nara sumber KLHS.

Nara sumber KLHS.

Berkenaan pembangunan pabrik semen di wilayah Kecamatan Ajibarang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas dan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Unsoed mengadakan diskusi bertajuk Focal Group Discussion (FGD) Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ajibarang, Jum’at 8 Maret 2013,  itu dihadiri oleh dinas-dinas terkait lingkungan hidup, antara lain Dinas Pertanian, DCKTTR, para Kepala Desa di seputar Kota Ajibarang yang disertai tokoh masyarakat di desanya.

Budi Nugroho, Sekcam Ajibarang mewakili Camat Ajibarang menyampaikan sambutan singkat sebagai ucapan selamat datang. Dikatakannya, tentang kondisi Ajibarang terkini, ” Kecamatan Ajibarang sebagai pusat keramaian di wilayah Banyumas barat, menghadapi banyak tantangan. Dinamika pembangunan memang membawa resiko, baik positif maupun negatif. Kajian LHS adalah untuk menyikapi resiko tersebut, memaksimalkan resiko positif dan meminimalisir resiko negatif, dalam konteks lingkungan hidup”.

Arif  Wibowo Mukti, Kabid Konservasi dan Sumber Daya Alam BLH Kab. Banyumas, menguraikan secara filosofis muatan UU No: 32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Luasan lahan ajeg, tidak akan bertambah. Penggunaan tanah untuk memenuhi kebutuhan manusia, perumahan, industri atau kepentingan-kepentingan ekonomi yang lain, akan sangat berpengaruh terhadap kondisi tanah, air dan udara. Luasan lahan bisa digunakan secara maksimal, akan tetapi tidak boleh melebihi kemampuan lahan, daya dukung maupun daya tampung.

” Tugas kita tidak hanya menjaga lingkungan untuk satu atau dua tahun ke depan, untuk generasi kita. Akan tetapi kita harus sudah berfikir melompat beberapa generasi ke depan. Agar lingkungan kita tetap aman dan nyaman untuk kehidupan anak cucu kita di masa depan. Berbicara tentang keadilan, dinamika pembangunan tidak hanya agar tidak mengusik rasa keadilan di masa sekarang, tapi juga di masa yang akan datang.” demikian Arif menguraikan.

Hendarto, Ketua Tim Penyusun KLHS LPPM Unsoed hanya menyampaikan sambutan singkat,” Tugas kami yang utama adalah menampung uneg-uneg Anda semua. Silakan menyampaikan harapan-harapan, keinginan-keinginan Bapak dan Ibu terkait dengan lingkungan hidup, berdasar  perkembangan yang ada di sekitar Ajibarang, terutama dengan kehadiran inestasi besar.”

Tamu undangan satu demi satu menguraikan keinginannnya, dari Kecamatan, para Kepala Desa dan dari Dinas, sesuai dengan kepentingan institusinya. Achmad Munawar, Kepala Desa Pancasan menyampaikan,”  Penyaring udara untuk lahan yang luas adalah pepohonan. Kami harapkan, berbicara terkait pabrik semen, penanaman pohon-pohon di sekitar lokasi pabrik. Sekitar yang saya maksud, tidak hanya di lingkungan pabrik saja, akan tetapi dengan luasan maksimal. Desa-desa di sekeliling pabrik agar ditanami pepohonan secara sistematis, agar dapat juga berfungsi sebagai filter udara.”

Lebih jauh lagi, khusus tentang lokasi eksploitasi bahan baku semen, Achmad Munawar yang juga anggota tidak tetap Amdal, ” Jumlah deposit bahan baku, bagi kami, sangat mengejutkan, 400 juta ton dengan perkiraan waktu produksi hingga 150 tahun. Kami membayangkan kondisi lingkungan lokasi eksploitasi. Harapan kami yang terkait, tentang reklamasi yang terrencana, terstruktur. Agar pengawasannya dilakukan sejak dini. Untuk masa depan, gambaran-gambaran yang menghawatirkan tidak akan terjadi.”

Lokasi Pabrik Semen Panasia.

Lokasi Pabrik Semen Panasia.

 

 

 

 

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 




 

 

 
 
You might also likeclose